Rabu, 01 November 2017

komunikasi Produktif 1

Pagi ini mau cerita tentang tantangan saya berkomunikasi dengan ananda.
Semakin bertambah usia ananda  jadi tambah pinter dalam menanggapi setiap apa yang saya sampaikan.
Dan tantangan itu muncul ketika ananda sudah mulai susah tidur siang.
Biasanya kami (saya dan ananda) akan sedikit ribut jika ananda tidak mau tidur siang. Kalimat seperti ini biasa meluncur sebelum saya ikut kuliah Bunda Sayang "Kak, kalau kamu tidak tidur siang besok gak dapet ice cream" (nada agak tinggi dikit) setelah dipikir pikir opo hubungane antara tidur siang dan ice cream, blas ndak ada hubungannya. Pun jadi ngajari anak gak baik tuh, mendapatkan sesuatu berdasarkan perintah. lek kamu melakukan ini kamu dapet ini, dan gift nya pun gak nyambung blas.
 Dan pernah memberikan instruksi ke ananda, "Dek pulang sekolah tu ganti baju, mandi, makan terus bca buku dan tidur siang ya" bagaimana reaksi ananda, reaksinya dalah "Bunda aku  tu bingung, sabar donk, satu satu Nda." hoooroooh kono, sing kliru sopo iki.. 

dan kemaren siang jeng jeng jeng waktunya praktek dari mata kuliah Komunikasi Produktif. 

setelah ananda pulang sekolah dan setelah kami beli buah diskonan (perlu ditekaknkan karena diskonnya 50% hihihihi mayan buat setok buah ananda selama 2 minggu hehehehe) sampai rumah kamipun mulai tuh berkomunikasi (sebelumnya juga komunikasi tapi ini dengan praktek mata kuliah kami)

"Kak.. sini nak, capek yoo abis belanja sama bunda?"
" iya Nda tapi seneng dapet buah banyak."
"alhamdulillah, yuk kakak ganti baju"
"ok nda"

sejauh ini amaaaan belum ada nada tinggi dan gestur yang aneh aneh, tantangan dimulai ketika... jeng jeng jeng..

"Kak.. sekarang jam berapa kak?"
" Jam 12 siang nda"
" waktunya apa kak?"
" ooh iya nda waktunya nonton upin ipin."

diiieeeeeer berasa diingatkan deh, emak ngabur keluar kamar dulu tarik nafas sejenak senam senyum di depan kaca.

masuk kamar lagi deh...
"eh kok upin ipin, waktunya tidur siang sayangku." sok manis emaknya
" nggak pokoknya nggak mau tidur siang. bunda kie pokoknya gak mau tidur siang." mulai deh tu tantrumnya gulung gulung di atas kasur kamar, kakinya nendang kemana mana.

apakah saya lolos tidak marah.... heeeeem

"kak, kok teriak teriak sama bunda? sopan tidak itu?" naik 1/2 oktaf dari nada biasa.
.................................diem ananda.........................................

"kakak, sini bunda peluk."
" kak tidur siang itu ya buat kakak, tubuhnya kakak butuh istirahat. sudah capek sekolah dan muter muter sama bunda to?"
"nggak mau tidur siang nda.."
"ok.. tidak tidur siang tapi tidak nonton upin ipin."
"baik nda.."

kiraain mau baca buku biar tidur eeeh malah megang perlengkapan nge craft nya hiahahahaha masya Alloh anakku. Ananda kenal craft ketika ibunya (saya) nyemplung di rumah belajar craft asuhan dari Ibu Profesional Yogya, saya cukup tertatih tatih mengikuti rumbel ini karena memang tidak ada basic nge Craft tapi ananda masya Alloh langsung bisa mengerjakan. some day saya akan upload karya ananda yak.

lanjut ke tantangan.. 2 jam berlalu dia sudah lelah dan mlipir naik ke kasur dan tidur sendiri.

di tantangan hari pertama ini, saya masih gagal karena nada suara masih kenceng dan mimik muka masih agak sadis (galak) terlihat dari diamnya ananda ketika saya tegur dan dia agak mimbik mimbik mau nangis. aah menyesal saya.

dear sayang.. kamu alasan bunda ingin berubah menjadi lebih baik,  karena bunda tak tahu sampai kapan bunda bisa menemanimu kak. sejauh bunda bisa berusaha bunda akan berusaha, dengan restu dari ayahmu juga kak.. 





Foto semalam ketika kami harus bicara lagi, membicarkan rules dalam keluarga. dear ananda bertumbuhlah menjadi wanita kuat ya nak, yang memegang taguh aqidah Islam dan amalkan dengan bijak.


Yogyakarta, 2 November 2017
Tantangan hari pertama
Kelas Bunda Sayang
Institut Ibu Profesional. 

1 komentar: