Kamis, 16 November 2017

komunikasi produktif 8



Yogyakarta, 12 November 2017

Pagi ini bangun sudah super pagi, karena malam sebelumnya sudah disampaikan bahwa pagi ini kami akan olahraga di luar rumah. Tujuannya adalah ke Malioboro, seumur umur tinggal di Jogja belum pernah pagi hari jam 5 gitu jalan jalan di Malioboro.

Dan ternyata eksekusinya betul jam 5 pagi, kami naik Silver (nama yang kami berikan kepada motor ayah ZX 130) muterin jogja eh rutenya berubah, pak supir (ayah) lebih seneng ke alun alun selatan, ternyata eh ternyata ayahanda sudah laper hehehe, dan kamipun mencari sarapan pagi, ananda makan bubur ayah makan nasi soto, bunda belum jamnya sarapan.

Sesampainya di alun alun kidul alhamdulillah lagi bersyukur betul, ada acara Gerakan Masyarakat Sehat disingkat GERMAS (semoga tidak salah ya) dalam rangka Hari Kesehatan Nasional. Ada banyak stand di alun alun kidul. Kamipun menjelajah tiap stand. Dan sampailah kami di stand BPOM, senengnya saya bisa menjelaskan makanan makanan yang sekiranya berbahaya untuk kesehatan.

”Kak sini deh.”
”apa Nda?”
”kakak tahu ini apa?”
”kerupuk nda”
”kerupuknya warnanya apa kak?”
”merah Nda.. pakai pewarna itu ya Nda?”
”iya kak, namanya Rhodamin B. Itu pewarna berbahaya untuk kesehatan tubuh.”
”bisa sakit ya Nda?”
”iya sayang, salah satunya bisa sakit perut. Kakak mau dapat hadiah tidak? Ada kuis ini.”
”mau Nda”
”ditulis dulu nama kakak.”

Sambil menunggu ananda menulis nama, saya memilih pertanyaan  yang sekiranya ananda bisa menjawabnya di pohon pertanyaan.

”sudah kak?”
”sudah nda.”
”pertanyaan nomor 22, apakah dibolehkan membungkus makanan menggunakan seteples.”

Heemmmm.... mikir lama ananda.
”jadi kak, kaka tahu isi seteples?”
”iya nda.”
”kira kira nie bahaya tidak kalau tertelan?”
”bahaya nda, itukan dari besi, bisa luka lidah kita.”
”nah berarti boleh tidak nak?”
”tidak.”
”oke ditulis sayang.”

Dan ananda pun menyerahkan hasil jawabannya kepada petugas BPOM dan ananda memilih hadiah komik (baru seneng senengnya membaca)

salah satu pojok selfie
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan di sebelah gedung Sasana Hinggil, ada kegiatan donor darah dan pemeriksan TORCH gratis. Saya pun daftar dan karena tidak membawa syarat pemeriksaan saya memutuskan untuk pulang, melengkapi syarat syarat tersebut, ananda bermain dengan ayah di alun alun.

Syarat alhamdulillah sudah beres, ngantri lama.

Pemandangan di hadapan saya bener bener membuat hati trenyuh, ada seorang bapak yang sudah ngantri dari pagi untuk memeriksakan anaknya yang sudah menikah, apakah anakku sehat, kok belum hamil setelah keguguran. Dalam benak saya, bapak ini cintanya dan kasih sayang ke anaknya luar biasa, saya trenyuh kelingan bapak saya sampai saat ini belum bisa berbakti secara baik kepada beliau. Semoga bapak saya diparingi umur panjang dan berkah, bisa segera ke Baitullah aamiin.

Selama periksa ada berita duka masuk, ayah dari teman saya meninggal dunia. Setelah periksa kami melanjutkan perjalanan ke rumah duka dan menunggu agak lama sampai jenazah datang.

Hari minggu ini full lari lari kegiatannya, plus hujan hujanan hehehehe.. banyak perubahan dalam diri saya ketika menerapkan komunikasi produktif tersebut, dan ananda jadi sangat berkurang tantrumnya. Ketika saya lelah, saya komunikasikan ke ayah, saya butuh jeda yah, sebentar saja ya. Sama halnya ketika saya ada sedikit konflik batin tentang sesuatu hal.. akan saya uraikan di tulisan selanjutnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar